Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Bisnis    Kuliner    MarsoTechno    Life Style    Dunia Islam    Olah raga    Ziddu    Film   

..::| Selamat Datang di Portal marsomedia | www.marsomedia.com | Media Informasi dan Berbagi |::..

Random Al-Qur'an

Video

Followers

Pengunjung ONLINE


Bilangan Berpangkat

Uraian

Dalam Kegiatan Belajar 1 ini kamu akan mempelajari tentang bilangan berpangkat.
Pernahkah kamu memotong sebuah kertas menjadi dua bagian yang sama ukurannya? Kemudian masing-masing potongan kertas itu kamu potong lagi menjadi dua bagian yang sama, selanjutnya hasil potongan kertas tersebut kamu potong lagi masing-masing menjadi dua bagian yang sama. Jika kamu melakukan hal tersebut secara terus menerus, berapakah jumlah potongan kertas yang diperoleh setiap kali memotong pada bagian yang sama?

Jika kamu perhatikan pada 2 x 2 =4 merupakan perkalian berulang bilangan 2 sebanyak 2 kali, bentuk perkalian 2 x 2 x 2 = 8 merupakan perkalian berulang bilangan 2 sebanyak 3 kali, dan bentuk perkalian 2 x 2 x 2 x 2 = 16 merupakan perkalian berulang bilangan 2 sebanyak 4 kali.
Bentuk umum perkalian berulang axaxaxax...., sebanyak n faktor tersebut merupakan bentuk bilangan berpangkat yangdapat dinyatakansebagai berikut,

Sehingga jumlah potongan kertas tersebut dapat dinyatakan dengan bilangan berpangkat:

2 = 21 = 2
2 x 2 =22 = 4
2 x 2 x 2 = 23 = 8
2 x 2 x 2 x 2 = 24 = 16

Bilangan 21,22,23, 24 itulah yang disebut bilangan berpangkat. Notasi pangkat merupakan suatu cara untuk menyederhanakan penulisan atau meringkas penulisan. Misalnya contoh yang lain 10.000.000 dapat ditulis dengan notasi pangkat yaitu: 107(baca: 10 pangkat 7). Dengan notasi pangkat tempat penulisan lebih hemat.
Secara umum bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut:
definisi 1

Notasi pangkat banyak digunakan dalam perumusan dan penyederhanaan perhitungan.
Bentuk 32 dibaca: "3 pangkat 2". 32 disebut bilangan berpangkat bulat positif. Bilangan 3 disebut bilangan pokok atau bilangan dasar dan bilangan “2” yang ditulis agak di atas disebut pangkat atau eksponen.
Sejauh ini, kamu sudah paham kan yang dimaksud dengan bilangan berpangkat. Coba kamu cari bentuk lain dari bilangan berpangkat yang penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari!

Perhatikan contoh berikut ini!
Contoh 1
Nyatakan dalam bentuk pangkat

1. t x t x t x t x t
2. (x+y)(x+y)(x+y)

Penyelesaian

1. t x t x t x t x t = t5
2. (x+y)(x+y)(x+y)= (x+y)3

Pada uraian materi Kegiatan Belajar 1 ini hanya akan dibahas bilangan berpangkat bilangan bulat. Coba kamu ingat-ingat kembali apa yang dimaksud dengan bilangan bulat! Tentu saja bilangan bulat terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan nol, dan bilangan bulat negatif. Apakah ada perbedaan jika suatu bilangan berpangkat bilangan bulat positif, bilangan nol, atau bilangan bulat negatif? Jika kamu ingin mengetahui perbedaanya, pelajarilah penjelasan berikut!

A. Bilangan Berpangkat Bulat Positif

Seperti yang kamu ketahui bilangan bulat positif merupakan himpunan bilangan positif 1, 2, 3, 4, 5, …. Contoh-contoh bilangan berpangkat yang sudah ditampilkan sebelumnya merupakan bilangan berpangkat bulat positif.Apakah (-4) x (-4) x (-4) x (-4) x (-4) = (-4)5 merupakan bilangan berpangkat bulat positif?
Bilangan (-4)5 dapat diartikan sebagai perkalian (-4) dengan (-4) yang diulang sebanyak 5 kali. Oleh karenanya, bilangan berpangkat (-4)5 merupakan bilangan berpangkat bulat positif. Coba kamu jelaskan alasannya!
Selanjutnya bagaimana perhitungan antara dua atau lebih bilangan berpangkat bulat positif. Berikut ini akan dijelaskan sifat-sifat bilangan berpangkat positif!Sebagai catatan, pada penulisan operasi perkalian dapat menggunakan tanda silang “x” atau titik “.”.
sifat1

Bagaimana untuk membuktikan sifat tersebut? Coba kamu diskusikan dengan temanmu! Jika sudah dapat jawabannya, silahkan bandingkan dengan hasil berikut, klik pada kotak “Bukti Sifat 1”!



Perhatikan contoh berikut!
Contoh 1
Tentukan nilai dari 34.35!

Penyelesaian
34.35 = (3.3.3.3).(3.3.3.3.3)=3.3.3.3.3.3.3.3.3 = 34+5 =39

Bagaimana untuk membuktikan sifat 2? Coba kamu selesaikan! Jika sudah dapat jawabannya, silahkan bandingkan dengan hasil berikut, klik pada kotak “Bukti Sifat 2”!


Sudah paham dengan bukti dari sifat 2? Selanjutnya lihatlah contoh 2 berikut ini!
Contoh 2


Penyelesaian

Jika ingin mengetahui pembuktiannya, klik pada kotak “Bukti Sifat 3”!


Untuk lebih jelasnya, kamu perhatikan contoh 3 berikut ini!
Contoh 3
Tentukan nilai dari (32)4!

Penyelesaian
(32)4 = (3.3)4 = (3.3)(3.3)(3.3)(3.3) = 3.3.3.3.3.3.3.3 = 38

Bagaimana kamu menyelesaikan soal di bawah ini!
a. (2.5)4

Dengan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat bulat akan diperoleh hasil berikut ini.
a. (2.5)4 = (2.5)(2.5)(2.5)(2.5) = (2.2.2.2)(5.5.5.5) = 24.54


Dengan cara yang sama kamu dapat membuktikan sendiri sifat-sifat bilangan berpangkat tersebut!
Contoh 4
Penggunaan sifat-sifat operasi bilangan berpangkat bulat positif:
23 x 22 = 23+2 = 25
10-1 x 105 = 10-1+5 = 104
5 x 55 = 51+5 = 56
23 : 22 = 23-2 = 21 = 2
10-1 : 105 = 10-1-5 = 10-6
5 : 55 = 51-5 = 5-4
(34)2 = 34x2 = 38
(6-2)3 = 6-2x3 = 6-6
(2 x 5)2 = 22 x 52 = 4 x 25 = 100
24 x 54 = (2 x 5)4 = 104 = 10000
(2 : 5)2 = 22 : 52 = 4 : 25 = 1/4
24 : 54 = (2 : 5)4
B. Bilangan Berpangkat Nol

Bagaimana jika suatu bilangan berpangkat nol? Tahukah kamu berapa hasilnya? Diskusikanlah dengan temanmu!
Untuk mengetahui hasil dari suatu bilangan yang berpangkat nol, coba kamu perhatikan perhitungan berikut yang menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat positif.


Apa pendapatmu berdasarkan contoh tersebut? Jika kamu masih kurang jelas, coba perhatikan contoh berikut ini!


Berdasarkan kedua contoh di atas, kamu dapat menyimpulkan sendiri bahwa bilangan berpangkat nol adalah 1. Bagaimana dengan (-7)0 atau 10000, berapa hasilnya?



Apa yang terjadi jika bilangan pokok a = 0 dipangkatkan 0? Diskusikanlah dengan temanmu atau tanyakanlah kepada gurumu!

Coba kamu ingat kembali sifat 2 dari bilangan bulat positif!

Untuk kasus m = n


Bukti:


Apa yang dapat kamu simpulkan berdasarkan definisi dan sifat 2 dari bilangan berpangkat positif? Ya, tentu saja nilai dari suatu bilangan (kecuali nol) berpangkat nol adalah 1
C. Bilangan Berpangkat Bulat Negatif

Menurutmu, apa yang terjadi jika suatu bilangan berpangkat bulat negatif? Berdasarkan sifat
am:a n=am-n, perhatikan perhitungan berikut!

Hasil dari perhitungan tersebut menunjukkan sifat operasi bilangan berpangkat bulat negatif.

definisi3

Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut:

Coba kamu selesaikan contoh soal berikut!
Contoh 5
Jika nilai x = –2 dan y = 2, tentukan nilai x-3y4!

Penyelesaian:


Nah, sudah jelaskan bagaimana cara menentukan penyelesaian bilangan berpangkat bulat?

Berikut ini beberapa contoh soal yang berkaitan dengan bilangan berpangkat bulat.
Contoh 6
1. Sederhanakan


Penyelesaian



  1. Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal. Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal. Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia, berapa miligram zat itu tersisa dalam darah setelah:

a) 1 jam?
b) 2 jam?
c) 3 jam?
d) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal!

Penyelesaian

Apakah kamu masih merasa kesulitan untuk menentukan penyelesaian yang berkaitan dengan bilangan berpangkat? Jika ya maka tidak ada salahnya kamu pelajari kembali uraian materi dan contoh-contoh yang telah diuraikan pada Kegiatan Belajar 1 di atas.
.............................

Pada kegiatan belajar 2 ini kamu akan mempelajari tentang bilangan berpangkat pecahan. Menurut pemahamanmu, coba sebutkan contoh bentuk bilangan berpangkat pecahan!
Perhatikan contoh perhitungan berikut!


Contoh tersebut menunjukkan bahwa ada bilangan berpangkat pecahan. Selanjutnya perhatikan definisi berikut!





Apakah sifat-sifat operasi pada bilangan berpangkat bulat berlaku pada operasi bilangan berpangkat pecahan? Diskusikan dengan temanmu!




Bagaimana untuk membuktikan sifat 4? Coba kamu selesaikan! Jika sudah dapat jawabannya, silahkan bandingkan dengan hasil berikut, klik pada kotak “Bukti Sifat 4”!





Coba kamu buktikan sendiri sifat 5 di atas!
Selanjutnya perhatikan contoh-contoh berikut!

Contoh 7
1. Nyatakan dalam pangkat paling sederhana


Penyelesaian


2. Hitunglah


Penyelesaian
Mudah bukan cara menyelesaikan soal tersebut? Selanjutnya akan dijelaskan tentang bilangan berpangkat dalam bentuk akar.
Bilangan berpangkat pecahan dalam bentuk akar
Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan. Akar dilambangkan dengan notasi . Untuk mempermudah penulisan bilangan berpangkat pecahan dapat dinyatakan dengan bilangan dalam tanda akar.



Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai  dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar. Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya. Sebelum mempelajari bentuk akar, kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irasional terlebih dahulu. Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irasional.
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b bilangan bulat dan b ≠ 0. Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat, bilangan pecahan murni, dan bilangan pecahan desimal. Sedangkan, bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. Bilangan irasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola. Contoh bilangan irasional, misalnya √2= 1,414213562373..., e = 2,718..., = 3,141592653… dan sebagainya.
Bilangan irasional yang menggunakan tanda akar (√ ) dinamakan bentuk akar. Tetapi ingat, tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irasional. Contoh:  dan bukan bentuk akar, karena nilai adalah 5 dan nilai  adalah 8, keduanya bukan bilangan irasional. Agar lebih jelas, perhatikan contoh berikut.



Menurut kamu, adakah hubungan antara bentuk pangkat pecahan dengan bentuk akar?
Perlu kamu ketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar.

Berdasarkan Sifat-4, jika a adalah bilangan real dengan a > 0,  dan  adalah bilangan pecahan n ≠ 0 maka .



Perhatikan bentuk bilangan berpangkat pecahan yang dinyatakan dalam bentuk akar!




Contoh 8


Bagaimana contoh penggunaan suatu bilangan berpangkat? Perhatikan contoh berikut ini!

Contoh 9
Suatu bakteri setelah infeksi, berubah jumlahnya setiap jam menurut fungsi , tentukan jumlah bakteri pada jam ke-3 , ke-4 dan kelima serta apa yang dapat kamu simpulkan, ujilah kesimpulanmu

Penyelesaian
t=3 jumlah bakteri = f(3)= 324-9 = 315 = 14.348.907
t=4 jumlah bakteri =f(4)= 332-16 = 316 = 43.046.721
t=5 jumlah bakteri =f(5)= 340-25 = 315 = 14.348.907

Jumlah bakteri mencapai jumlah terbanyak pada jam ke-4, selanjutnya menurun Jika pada t=6 jumlahnya lebih sedikit dari pada jam ke-5, bukti t=6 jumlah bakteri =f(6)= 348-36 = 312 = 531.441

Apakah kamu tahu cara mengoperasikan dua bilangan bentuk akar atau lebih? Berikut ini akan dijelaskan operasi pada bentuk akar.

a. Operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk akar
Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama. Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama. Untuk setiap p, q, dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut.

Coba kamu selesaikan contoh berikut!

Contoh 10
Tentukaan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana!

b. Operasi perkalian dan pembagian bentuk akar
Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa . Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat kamu cermati pada beberapa contoh berikut.

Contoh 11


Untuk menambah pemahaman kamu, carilah contoh-contoh bentuk perkalian dan pembagian bentuk akar lainnya, kemudian diskusikan dengan temanmu!
c. Merasionalkan penyebut bentuk akar
Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti  dan seterusnya merupakan bilangan irasional. Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan, maka dikatakan sebagai penyebut irasional. Penyebut dalam bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat rasional. Cara merasionalkan penyebut bentuk akar tergantung pada bentuk akar itu sendiri. Akan tetapi, prinsip dasarnya sama; yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya. Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut.













Sekarang, selidikilah bagaimana cara merasionalkan bentuk

Jika kamu mengalami kesulitan, carilah buku-buku sumber lainnya atau melalui internet dan diskusikan dengan gurumu. Selamat mencoba!

Barisan dan Deret Geometri

Uraian

Barisan Geometri

Apakah kamu pernah menabung di bank? Jika ya, tentunya kamu diberikan buku tabungan oleh bank. Pernahkah kamu mencermati perubahan nilai-nilai uang kamu per bulan dalam buku tabungan? Perubahan nilai uang kamu yang tertera dalam buku tabungan berubah sesuai dengan tingkat bunga bank tempat kamu menabung. Nah, perubahan nilai uang kamu dalam buku tabungan merupakan salah satu contoh bentuk barisan geometri.
Bank dan buku tabungan
Apa yang kamu ketahui tentang barisan dan deret geometri? Coba kamu sebutkan kejadian sehari-hari lainnya yang terkait dengan barisan atau deret geometri.
Dalam Kegiatan Belajar 3 ini, kamu akan mempelajari tentang Barisan dan Deret Geometri. Silahkan kamu simak uraian berikut ini.
Amin menjatuhkan bola dari atas meja yang tingginya 120 cm. Setiap kali menyentuh lantai memantul kembali setengah dari tinggi semula. Berapa tingginya setelah memantul yang ke-8.



Jadi ketinggian bola setelah mantul ke-8 adalah 1,875 cm.
Selanjutnya, perhatikan juga contoh kasus berikut ini!
Dani memiliki selembar kertas, berikut disajikan selembar kertas.


Selembar kertas
Kemudian Dani melipatnya menjadi dua bagian yang sama besar.
Selembar kertas pada lipatan pertama
Kertas yang terlipat ini, kemudian dilipat dua lagi olehnya
Selembar kertas pada lipatan kedua
Dani terus melipat dua kertas yang sudah terlipat sebelumnya. Kemudian ia membuka hasil lipatan kertas tersebut setiap setelah melipatnya. Dani menemukan sebuah pola bagian kertas yang terbentuk setelah dilipat yang disajikan sebagai berikut.


Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang sama, yaitu
bilangan ini disebut barisan geometri.

Jadi apa yang dimaksud dengan barisan geometri? Berdasarkan kasus tinggi pantulan bola dan banyaknya bagian kertas yang terbagi setelah dilipat maka dapat disimpulkan bahwa barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai perbandingan (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Rasio dinotasikan r yang merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan. Nilai r dinyatakan dengan
Agar kamu semakin memahami tentang barisan geometri, pelajarilah contoh-contoh berikut ini!

Contoh 1
Tentukan suku ke 10 dari barisan geometri 1, 3, 9, 27, ...

Penyelesaian


Berikut ini beberapa contoh penerapan barisan geometri.
Menurut Robert Malthus, dalam mengukur Pertumbuhan Penduduk mengikuti Barisan Geometri (Ukur), Secara Matematis dapat dirumuskan:

Contoh 3
Di Kota P pada tahun 2002 jumlah penduduknya sebanyak 4.000.000 jiwa. menurut historis perhitungan tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 5% pertahun. Berapa jumlah penduduk di Kota P tahun 2006?


Nah, coba kamu cari penyelesaian dari soal berikut!
Tentukan k sehingga tiga suku 2k+2, 5k-11, 7k-13 membentuk barisan geometri!
Kamu sudah mendapat jawabannya? Bandingkan dengan jawaban berikut ini, silakan tekan tombol
Apakah kamu sudah memahami materi barisan geometri? Jika ya, ikutilah materi selanjutnya tentang deret geometri.

Deret Geometri

Perhatikan gambar kelompok kumpulan kelereng berikut
Kelompok kelereng
Berapakah banyaknya semua kelereng  jika ada  7 kelompok? Jika kamu akan menghitung tanpa rumus, perhatikan cara berikut ini!




atau 
Selanjutnya perhatikan contoh penyelesaian deret geometri berikut!
Contoh 1



Penyelesaian

Contoh 2

Deret dalam Mengukur Bunga Majemuk
Model deret untuk bunga majemuk (Bunga berbunga) ialah barisan geometri khususnya bagi hutang piutang. Hal ini berlaku bagi dunia perbankan. Transaksi dengan model ini disebut kredit.

Rumus:

Rumus ini untuk kredit sistem pembayaran suku bunga yang dibayarkan setahun sekali. Sebaiknya jika suku bunga dibayarkan lebih dari satu kali dalam setahun rumusnya menjadi:



Dimana :  
Fn = Jumlah nilai kredit dengan n periode   
i   = Suku bunga kredit   
P   = Jumlah nilai kredit awal periode   
n   = Banyaknya tahun

Perhatikan contoh penyelesaian berikut!
Adi kredit motor dengan uang muka Rp 10.000.000,- sisa kreditnya yaitu Rp 30.000.000,- dengan suku bunga kredit 2% per bulan dalam jangka waktu 2 tahun. Berapakah jumlah kredit setelah jatuh tempo pelunasan dan berapakah jumlah harga motor?

Diketahui :
   P = 30.000.000
   i  = 2% = 0,02
   n = 2 tahun = 2.12 = 24

Ditanyakan : Berapakah jumlah kredit setelah jatuh tempo pelunasan dan berapakah jumlah harga motor?



Jadi, jumlah kredit setelah jatuh tempo pelunasan adalah Rp 48.253.117,48 Sedangkan harga motor sebesar  = Fn + 10.000.000    
                                                 = 48.253.117,48 + 10.000.000  
                                                 = 58.253.117,48

Deret tak hingga

Deret tak hingga adalah deret geometri konvergen atau suku-sukunya mengecil untuk nilai n tak hingga


Perhatikan contoh berikut!
Contoh 1


Penyelesaian Deret tersebut merupakan deret tak hingga dengan a = ½ dan r = ½, sehingga jumlah deret tak hingga dapat diperoleh dengan
Contoh 2

Penyelesian

Barisan dan deret Aritmetika

Uraian

Sebelum kamu mempelajari tentang materi selanjutnya, bagaimana kalau kamu lihat keadaan di lingkunganmu. Coba kamu keluar dari ruanganmu dan menurut pengamatanmu apakah ada benda-benda yang disusun dengan pola tertentu? Catatlah hasil pengamatanmu dalam buku catatan!
Pada kegiatan belajar 2 ini kamu akan mempelajari tentang barisan dan deret aritmetika. Menurutmu pemahamanmu apa yang dimaksud dengan barisan dan deret aritmatika?

Coba perhatikanlah gambar berikut ini!


Susunan gelas
Pernahkah kamu melakukan susunan gelas seperti pada gambar? Bagaimana susunannya? Nah, misalnya kamu membuat susunan dengan jumlah gelas dari susunan paling bawah ke susunan paling atas 4, 3, 2, 1. Apakah susunan banyaknya gelas per tingkat membentuk sebuah pola?
Berdasarkan susunan tersebut terlihat bahwa beda jumlah gelas dalam setiap susun adalah 1.

Berdasarkan uraian di atas, jadi apa yang dimaksud dengan barisan bilangan? Barisan bilangan adalah urutan suatu bilangan yang mempunyai aturan tertentu. Sedangkan suatu barisan bilangan dengan pola bilangan tertentu berupa penambahan tetap disebut barisan aritmetika, bilangan yang digunakan untuk menambah disebut beda.




Contoh 1

Tentukan nilai dari suku ke-n pada barisan di bawah ini!
    1. 1, 2, 3, 4, 5, 6, ...tentukan suku ke-15!
    2. 4, 1, -2, -5, -8, ... tentukan suku ke-18!
Penyelesaian



Mudah bukan cara menentukan suku ke-n dari suatu barisan? Selanjutnya perhatikanlah contoh selanjutnya!



Bagaimana cara mencari suku tengah dari suatu barisan aritmetika? Coba kamu perhatikan contoh 3 berikut ini!

Contoh 3
Diketahui barisan aritmetika 3, 5, 7, ...95. Carilah suku tengah dari barisan tersebut!
Penyelesaian
Untuk menghitung suku tengah kamu harus menghitung banyaknya suku terlebih dahulu.
Dalam hal ini a=3 dan b=2, sehingga
95 = a+(n-1)b
     = 3+(n-1)2
     = 2n +1
Jadi 2n = 94 atau n = 47



Contoh selanjutnya merupakan salah satu contoh penerapan barisan aritmetika dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikanlah di bawah ini!

Contoh 4
Setiap hari Erlina menabungkan sisa uang  jajannya. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda = 500. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Erlina yang ditabung pada hari ke enam?

Penyelesaian

Bagaimana dengan permasalahan di bawah ini? Silakan diskusikan dengan temanmu!
Seorang pekerja menerima gaji sebesar Rp 100.000,- per bulan. Setiap 6 bulan ia akan menerima kenaikan gaji sebesar Rp 7500,-. Tentukan gajinya setelah 15 tahun kerja?

Deret Aritmetika
Apa yang kamu ketahui tentang deret aritmetika? Pernahkah kamu menemukan permasalahan yang terkait dengan deret aritmetika? Coba kamu perhatikan gambar tumpukan pipa berikut!

Tumpukan pipa

Berapakah banyaknya pipa jika kita menumpuk sebanyak 8 lapis? Barisan bilangan yang menunjukan banyaknya pipa tiap lapisan 14, 13, 12, 11, 10, 9, 8, 7 adalah barisan bilangan aritmetika dengan beda = 1. Jumlahnya dapat ditentukan dengan  menjumlahkan deret tersebut dengan deret yang sama tetapi suku-sukunya dibalik urutannya.


Perhatikan bahwa 21 adalah suku awal di tambah suku akhir dengan banyaknya suku  adalah 8.
Sehingga rumus jumlah n suku dari deret aritmetika diduga

Untuk lebih jelasnya coba kamu cermati cara memperoleh rumus jumlah deret aritmetika berikut ini!
Jumlah n suku pertama dari deret aritmetika dapat dinyatakan dengan



Jadi deret aritmetika adalah jumlah dari suku-suku barisan aritmetika. Sehingga suku ke n dari deret yang dibentuk dari barisan aritmetika a, a+b, a+2b, ... adalah


Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh-contoh berikut ini!

Contoh 1  
Diketahui barisan aritmetika 3, 5, 7, 9, 11, ....Tentukan empat suku pertama dari deret yang dibangun dari barisan aritmetika!

Penyelesaian


Bagaimana dengan contoh di atas? Mudah bukan cara menentukan suku dari deret aritmetika? Selanjutnya perhatikan contoh berikutnya!

Contoh 2 
Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9!

Penyelesaian
Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 100 adalah  9, 18, 27, ..., 99
Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9, b = 9 dan un = 99. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut:


Contoh 3 
Suatu gedung pertunjukan kursi disusun melingkar. Baris pertama adalah 20 kursi, baris berikutnya bertambah 6 dibandingkan dengan baris sebelumnya. Pada baris terakhir ada 104 kursi.
  1. Tentukan banyaknya baris kursi dalam gedung tersebut!
  2. Tentukan jumlah kursi seluruhnya pada gedung pertunjukan tersebut!

Gedung pertunjukan


Cukup jelas dengan contoh-contoh yang diberikan di atas? Apakah kamu masih memiliki menginginkan contoh lainnya? Coba kamu cari dari sumber lainnya atau diskusikan dengan temanmu!

Selamat, kamu telah menyelesaiakan materi Kegiatan Belajar 2. Kamu juga telah mencoba contoh-contoh penyelesaiannya. Selanjutnya bacalah rangkuman materi untuk mengingatkan kembali hal-hal penting yang kamu telah pelajari. Jangan lupa kerjakanlah latihan 2, jika mengalami kesulitan pelajarilah kembali materinya atau diskusikan dengan guru dan temanmu!

 
Copyright © 2015 marsomedia. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger