Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Bisnis    Kuliner    MarsoTechno    Life Style    Dunia Islam    Olah raga    Ziddu    Film   

..::| Selamat Datang di Portal marsomedia | www.marsomedia.com | Media Informasi dan Berbagi |::..

Random Al-Qur'an

Video

Followers

Pengunjung ONLINE


Matematika kelas 7: Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai himpunan dalam matematika, simak pembahasan di bawah ini:

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika

Notasi Himpunan

sebuah himpunan biasanya dinyatakan dengan simbol simbol tertentu, biasanya sebuah himpunan dinyatakan dengan menggunakan huruf besar/kapital seperti A, B, C, D, E, dst. atau bisa juga ditandai dengan adanya kurung kurawal, {…} sedangkan anggota dari himpunan tersebut biasanya ditandai dengan menggunakan huruf alfabet kecil seperti a,b,c,d,e, dst. 

Untuk menyatakan sebuah himpunan, ada 4 buah cara yang bisa dilakukan. yaitu:

Enumerasi

Enumerasi adalah cara menyatakan himpunan dengan menuliskan seluruh anggota himpunan di dalam kurung kurawal. Setiap anggota di dalamnya dipisahkan dengan tanda koma. Misalnya: x = {s,a,p,i}

Simbol baku

Ada beberapa simbol tertentu yang sudah disepakati untuk menyatakan sebuah himpunan. sebagai contoh, simbol P biasanya digunakan utnuk menyatakan himpunan bilangan bulat positif, sedangkan huruf R digunakan untuk menyatakan sebuah himpunan yang berisi bilangan riil.

Notasi pembentukan himpunan

himpunan juga bis dinyatakan dengan cara menulis ciri-ciri umum dari anggota yang ada di dalam himpunan tersebut. misalnya: A = {x|x adalah himpunan bilangan riil}

Diagram venn

adalah cara menyatakan sebuah himpunan dengan menggambarkannnya dalam bentuk grafis. masing masing himpunan digambarkan dalam sebuah lingkaran dan dilingkupi olah himpunan semesta yang dinyatakan dalam bentuk persegi empat seperti pada gambar berikut:

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika

Selain diagram venn, ada juga diagram garis dan diagram cartess, berikut penjelasannya:

Diagram garis

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika
Diagram diatas menyatakan bahwa A dan B merupakan himpunan bagian dari C.

Diagram Cartes

Rene Descartes menjelaskan suatu himpunan dalam bentuk garis bilangan seperti gambar di bawah ini:

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika

Macam-macam himpunan

ada beberapa jenis himpunan yang dikenal di dalam dunia matematika, yaitu:

Himpunan kosong

Himpunan kosong merupakan sebuah himpunan yang tidak ada anggota di dalamnya, biasanya jenis himpunan ini dituliskan dengan simbol ø atau { }.

Himpunan Semesta

adalah hmpunan yang memuat atau mencakup keseluruhan anggota yang sedang dibahah, iasanya himpunan ini ditandai dengan huruf S.

Himpunan bilangan

himpunan bilangan terdiri dari:

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika






Himpunan terhingga

Himpunan terhingga adalah himpunan yang jumlah anggotanya masih terhingga, meliputi himpunan kosong dan himpunan yang memiliki n elemen. Contohnya:
X = {c, d, e, f} , Y = { }

Himpunan tak terhingga

Himpunan tak terhingga adalah himpunan yang jumlah anggotanya tidak terhingga. Comtohnya himpunan bilangan ganjil atau genap, himpunan bilangan bulat, dsb.

Operasi pada himpunan matematika


Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika


                                      










Sifat-sifat operasi pada himpunan matematika


Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika

Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika


 










Saya kira cukup sekian materi kali ini mengenai Pengertian, Teori, Konsep dan Jenis Himpunan Matematika sebenarnya masih ada pembahasan lanjutan mengenai himpunan matematika mungkin nanti akan saya lanjutkan pada artikel berikutnya.

Materi Matematika SMP Kelas 7: Perbandingan

Untuk memahami konsep perbandingan perhatikanlah contoh soal yang diberikan di bawah ini:

Contoh Soal Perbandingan dan pembahasannya

Diketahui usia ayah adalah 60 tahun dan usia ibu adalah 45 tahun sedangkan usia Budi adalah 15 tahun dan usia Rani adalah 10 tahun. Coba bandingkan usia keempat anggota keluarga tersebut!
Jawab:
Carilah angka yang bisa membagi kedua angka yang dibandingkan:
Perbandingan usia ayah dan ibu  = 60 : 45 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan 15) maka perbandingannya adalah 4 : 3
Perbandingan usia ayah dan Budi = 60 : 15 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan 15) maka perbandingannya adalah 4 : 1
Perbandingan usia ayah dan Rani = 60 : 10 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan 10) maka perbandingannya adalah 6 : 1
Perbandingan usia Ibu  dan Budi = 45 : 15 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan 15) maka perbandingannya adalah 3 : 1
Perbandingan usia Ibu  dan Rani = 45 : 10 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan  5) maka perbandingannya adalah 9 : 2
Perbandingan usia Rani dan Budi = 10 : 15 (kedua angka sama-sama bisa dibagi dengan  5) maka perbandingannya adalah 2 : 3
Dari contoh soal di atas kita dapat mengetahui bahwasannya untuk membandingkan dua buah besaran kita harus memperhatikan:
  • Bandingkanlah besaran yang satu dengan yang lain
  • Samakan satuannya
  • Sederhanakan bentuk perbandingannya
Dari penyelesaian soal di atas kita juga bisa mengambil kesimpulan:
  • Perbandingan antara a dan b dapat ditulis a/b atau a:b dimana a dan b adalah bilangan asli dan bukan 0
  • Perbandingan dalam bentuk sederhana adalah dimana a dan b sudah tidak lagi memliki faktor persekutuan kecuali 1.
Perbandingan senilai
Perbandingan senilai merupakan sebuah perbandingan yang memiliki sifat besaran apabila salah satu bertambah, maka yang lainnya pun akan ikut bertambah. Contohnya adalah perbandingan antara jumlah pensil yang dibeli dengan uang yang harus dibayar. Semakin banyak pensil yang dibeli maka akan semakin banyak uang yang harus dibayar.

Perbandingan berbalik nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah sebuah perbandingan yang memiliki sifat besaran apabila salah satu bertambah maka yang lainnya akan berkurang. Contohnya adalah banyaknya pekerja bangunan dengan lama pengerjaan sebuah gedung. Apabila jumlah pekerjanya lebih banyak, maka pembangunan gedung tersebut akan lebih cepat.
Materi perbandingan juga pernah saya bahas di dalam artikel tentang  Skala dan Perbandingan
Inilah akhir dari penjelasan materi tentang Materi Perbandingan Matematika Smp Kelas 7. Semoga penjelasan rumus matematika di atas bisa membantu kalian dalam lebih memahami materi perbadningan matematika yang diajarkan di kelas 7 SMP.

Matematika kelas 7: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas 7 SMP

Pengertian Persamaan linear satu variabel

Persamaan linear satu variabel merupakan sebuah konsep kalimat terbuka yang hanya memiliki sebuah variabel berpangkat satu. Kalimat terbuka tersebut biasanya dihubungkan sengan sebuah tanda sama dengan (=).
Contoh persamaan linear satu variabel adalah:
 x - 3 = 0
3x + 2 = 8
PENTING:
Kalimat terbuka merupakan sebuah kalimat yang di dalamnya terkandung satu atau lebih variabel yang nilai kebenarannya belum diketahui. Contoh kalimat terbuka adalah"
x+ 3 = 5
p + 2 = 7
x dan p disebut sebagai sebuah variabel.

Contoh soal dan cara menyelesaikan soal persamaan linear satu variabel

Pertama:
Cara menyelesaikan persamaan linear yang pertama adalah dengan menambahkan atauoun mengurangkan masing-masing ruas (kanan dan kiri) dengan menggunakan bilangan yang sama. Contohnya:
Carilah penyelesaian dari x + 8 = 4
Cara menjawabnya:
Kita harus menghilangkan angka 8 agar tersisa variabel x saja, karena angka 8 di dalam persamaan tersebut bernilai positif maka kita harus menyisipkan angka negatif pada ruas kanan dan kiri menjadi:
x + 8 - 8 = 4-8
        x = -4 (sangat mudah)
Kedua:
Cara kedua yang bisa kalian gunakan dalam menyelesaikan soal persamaan linear satu variabel adalah dengan membagi masing-masing ruas (kanan dan kiri) dengan bilangan yang sama. Contohnya:
Carilah penyelesaian dari 3x/4 = 3
Cara menjawabnya:
Pertama, kalikan persamaan tersebut dengan penyebutnya:
3x/4 . 4 = 6 . 4
      3x = 24
Setelah itu, bagi kedua ruas tersebut dengan koefisien dari x , dalam soal tersebut adalah 3
3x/3 = 24/3
   x = 8
Cukup panjang tapi tidak begitu sulit untuk diselesaikan.

Pertidakasamaan Linear Satu Variabel

Pertidaksamaan linear satu variabel merupakan sebuah bentuk kalimat terbuka yang dinyatakan dengan lambang-lambang yang menunjukkan pertidaksamaan seperti:
> = Lebih dari
< = Kurang dari
> = Lebih dari atau sama dengan
< = Kurang dari atau sama dengan
≠ = Tidak sama dengan
Contoh dari pertidaksamaan linear satu variabel adalah:
6x + 12 ≥ 4x – 10; 10q – 2 < 0
Dalam pertidaksamaan tersebut, x dan q disebut dengan variabel.

Contoh soal dan cara menyelesaikan soal pertidaksamaan linear satu variabel 

Soal pertidaksaaan linear satu variabel dapat diselesaikan dengan beragam cara, berikut adalah cara-cara yang bisa kalian gunakan:
Pertama:
Cara pertama adalah dengan mengurangi masing-masing ruas (kanan dan kiri) dengan menggunakan bilangan yang sama. Contohnya:
Carilah penyelesaian dari x + 3 > 5
Cara menjawabnya:
Kita aka menghilangkan angka 3 agar menyisakan x saja:
x + 3 -3 > 5 - 3
x > 2
Mudah, bukan?
Kedua
Cara kedua adalah dengan mengalikan/membagikan masing-masing ruas (kanan dan kiri) dengan bilangan yang sama. Contohnya:
Carilah penyelesaian dari 3x - 6 < 12
Cara menjawabnya:
3x - 6 + 6 < 12 + 6
        3x < 18
      3x/3 < 18/3
        x < 6
Demikianlah pembahasan materi yang bisa disampaikan di dalam artikel ini mengenai Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas 7 SMP. Kalian harus terus belajar dan berlatih agar lebih menguasai materi-materi yang telah saya sampaikan di atas. Cobalah untuk berlatih dengan mengerjakan soal-soal seputar persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Itu akan semakin mengasah kemampuan kalian dalam menjawab berbagai jenis soal matematika.

Rumus Matematika SMP Kelas 7 Mengenai Perhitungan Aljabar

Rumus Matematika SMP tentang Aljabar:

Cara mengalikan bentuk aljabar, contohnya:


Penjumlahan dan pengurangan (khusus untuk suku sejenis = suku dengan variabel sama) contohnya:


Perkalian aljabar lebih dari satu suku:

Pembagian pada aljabar:


Konsep pengkuadratan dalam aljabar:


Demikianlah pembahasan dan beberapa contoh Rumus Matematika SMP Mengenai Perhitungan Aljabar . semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dan bisa membantu kalian demi memperdalam pemahaman tentang aljabar.

 

Matematika kelas 7 : Bilangan Pecahan dan Contohnya

Pengertian Bilangan Pecahan

Secara singkat, bilangan pecahan dapat diartikan sebagai sebuah bilangan yang memiliki pembilang dan juga penyebut. Pada bentuk bilangan ini, pembilang dibaca terlebih dahulu baru disusul dengan penyebut. Ketika menyebutkan suatu bilangan pecahan, diantara pembilang dan penyebut harus disisipkan kata "per". Misalkan untuk bilangan 3/5 maka kita dapat menyebutnya dengan "tiga per lima" begitu juga dengan bilangan 1/4 kalian bisa membacanya "satu per empat" atau "seperempat".
Apabila ada bilangan pecahan yang memiliki nilai sama atau nilainya tetap ketika pembilang dan penyebutnya dikalikan/dibagi dengan sebuah bilangan (bukan nol) maka bilangan pecahan tersebut disebut dengan pecahan senilai. Konsep dari pecahan senilai adalah:
Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya
Untuk lebih memahaminya perhatikan contoh pecahan senilai berikut ini:
Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya


Cara Menyederhanakan Bilangan Pecahan

Suatu bilangan pecahan dapat disederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebutnya dengan angka-angka yang menjadi FPB dari pembilang dan penyebut tersebut. Sebagai contoh, pecahan 45/54 dapat disederhanakan menjadi 5/6 karena FPB dari 45 dan 54 adalah 9.
Contoh lainnya:
12/8       = 3/2
20/12     = 5/3
14/8       = 7/4
32/24     = 4/3

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan

Penjumlahan bilangan pecahan

Untuk menjumlahkan dua buah bilangan pecahan, maka syarat utama dari kedua bilangan tersebut adalah harus memiliki penyebut yang sama. Contohnya:
3/5 + 1/5 = 4/5
1/4 + 5/4 = 6/4
2/5 + 7/5 = 9/5
4/7 + 8/7 = 12/7
9/6 + 1/6 = 10/6
5/2 + 6/2 = 11/2
Sedangkan untuk menjumlahkan bilangan pecahan yang memiliki bilangan penyebut berbeda, maka kalian harus menyamakan kedua penyebut tersebut dengan cara mencari kpk dari kedua bilangan yang menjadi penyebut. Contohnya:
1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4
2/3 + 3/6 = 4/6 + 3/6 = 7/6
4/3 + 5/6 = 8/6 + 5/6 = 13/6
3/5 + 2/4 = 12/20 + 10/20 = 22/20
2/3 + 3/8 = 16/24 +  9/24 = 25/24

Pengurangan Bilangan Pecahan

konsep pengurangan pada bilangan pecahan sama saja dengan konsep penjumlahannya. pengurangan bisa dilakukan langsung apabila penyebutnya sama. dan apabila penyebut dari kedua bilangan pecahan yang dikurangkan adalah berbeda, maka harus disamakan terlebih dahulu. contohnya:
Penyebut sama:
3/2 - 1/2 = 2/2 = 1
5/6 - 4/6 = 1/6
4/3 - 2/3 = 2/3
12/4 - 5/4 =  7/4
25/5 - 9/5 = 16/5
Penyebut berbeda:
5/7 - 2/3 = 15/21 - 14/21 =  1/21
5/3 - 3/4 = 20/12 -  9/12 = 11/12
4/3 - 5/6=   8/6  -  5/6  =  3/6

Perkalian dan pembagian bilangan pecahan

Perkalian bilangan pecahan

Untuk mengalikan dua buah bilangan pecahan, cukup dengan mengalikan pembilang dengan pembilang lalu penyebut dengan penyebut, contohnya:
5/7 x 4/5 = 20/35
2/4 x 3/5 =  6/20
7/2 x 8/6 = 56/12
6/3 x 3/8 = 18/24

Pembagian bilangan pecahan

Pembagian bilangan pecahan dapat dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan penyebut secara bertukar. Contohnya:
5/3 : 3/4 = 20/9
2/5 : 4/2 = 4/20
6/7 : 2/9 = 54/14
Itulah penjelasan sederhana mengenai materi pelajaran matematika tentang pengertian bilangan pecahan dan contohnya. Saya harap kalian bisa memahami apa yang dimaksud dengan bilangan pecahan serta bagaimana cara melakukan operasi hitung dengan menggunakan bilangan pecahan. Terus belajar dan terus berlatih.

Rumus Matematika SMP Kelas 7 : Bilangan

Pada materi kali ini, saya akan membahas mengenai Rumus matematika SMP yaitu tentang bilangan. Bilangan sendiri dapat diartikan sebagai sebuah ide yang memiliki sifat abstrak dan mampu memberi keterangan mengenai jumlah dari sebuah himpunan benda. Bilangan biasanya dinyatakan dalam bentuk angka. Di dalam pelajaran matematika, ada banyak sekali bentuk bilangan. Mari kita pelajari satu-persatu bilangan-bilangan tersebut.

Rumus matematika SMP mengenai bilangan

Bilangan asli

Bilangan asli merupakan himpunan dari bilangan positif yang terdiri dari angka selain nol (0).
Contohnya: {1,2,3,4,5,6,7,8,9,1,0,11,12,...}

Bilangan cacah

Bilangan cacah merupakan himpunan dari bilangan bulat yang bersifat positif (bukan negatif) dan dimulai dari nol.
Contohnya: {0.1.2.3.4.5.6.7.8.9,...}

Bilangan bulat

Bilangan bulat merupakan himpunan gabungan dari bilangan cacah {0,1,2,3,4,5,...} Dan juga bentuk negatif dari bilangan tersebut {-1,-2,-3,-4,-5,...} Karena -0 sama nilainya dengan 0 maka cukup menuliskan 0 saja di dalam himpunan bilangan bulat.
Jika a, b, dan c adalah bilangan bulat, maka sifat penjumlahannya adalah:

Rumus matematika SMP mengenai bilangan







Jika a, b, dan c adalah bilangan bulat, maka sifat perkaliannya adalah:
Rumus matematika SMP mengenai bilangan








Operasi penjumlahan dan perkalian dalam himpunan bilangan bulat menmiliki sifat distributif yaitu:
Ax(b+c) = axb + axc

Bilangan prima

Bilangan prima merupakan himpunan bilangan asli yang hanya memiliki 2 buah faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Kebalikan dari bilangan prima adalah bilangan komposit.
Contohnya, 3 termasuk ke dalam bilangan prima karena 3 hanya hanya memiliki 2 buah faktor (1 dan 3) artinya 3 hanya bisa dibagi dengan 1 dan 3 dan tidak menghasilkan pecahan. Berbeda dengan angka 8, angka 8 tidak termasuk ke dalam bilangan prima karena ia memiliki lebih dari 2 faktor yaitu 1, 2, 4, dan 8. 1 juga tidak termasuk ke dalam bilangan prima karena ia hanya memiliki satu buah faktor yaitu angka 1 itu sendiri.
20 bilangan prima pertama adalah:
2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, ...
Perlu kalian ketahui juga bahwa angka 2 adalah satu-satunya bilangan prima yang bersifat genap.

Bilangan riil

Bilanag riil merupakan kelomok bilangan yang bisa dituliskan dalam bentuk desimal, seperti 1,3425 atau 8,8452637. Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irasional.
Bilangan rasional adalah bilangan riil yang bisa kita tuliskan dalam bentuk a/b dengan a dan b adalah bilangan bulat dimana b≠0. Contohnya adalah 42 dan 123/129.

Bilangan rasional adalah bilangan riil selain bilangan rasional, misalnya: π (2,34...) dan √2

Bilangan imajiner

Bilangan imajiner menyatakan bilangan selain bilangan riil, seperti √-1. √-1 biasanya disimbolkan dengan huruf "i" jadi √-3 = 3i
Sekian penjelasan tentang rumus matematika SMP mengenai Bilangan nantikan pembahasan mengena rumus-rumus matematika lainnya pada artikel-artikel saya selanjutnya

 
Copyright © 2015 marsomedia. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger